Monday, August 15, 2011

Ayooo, semangat semangat \(^o^)/


Dimataku, mimpi itu penting banget. Boleh kamu bilang, aku ini pemimpi sejati. But, I'm not kind whose wasted times just with daydreaming all days. Kalo aku boleh tanya, sebenernya mimpi sama mengharap itu beda gak sih? For me, aku ini pemimpi tapi aku bukan pengharap. Entahlah, statement itu  bener apa nggak. Masalahnya, aku suka banget punya mimpi, tapi aku nggak suka mengharap. Malah, boleh dibilang, aku takut banget kalo harus mengharap. Bahkan, kadang sebelum aku mencoba untuk berharap, aku sudah punya banyak pertimbangan, yang bikin aku mengurungkan niat buat berharap. In short, I'm obviously a dreamer but I'm not a wisher. You get it?

Gaktau ya, aku ini takut banget berharap. Aku takut kecewa, aku takut apa yang aku harepin itu nantinya gak akan pernah jadi kenyataan. Aku takut yang tak harep-harepin itu yaitu cuman harapan kosong, yang bisanya bikin kegembiraan semu di hati. Malah bikin naik turun. Bahkan lebih banyak turunnya. Kata orang, berkhayal, berharap, itu enak. Buat aku, bermimpi itu baru enak. Yang aku tau, aku punya mimpi. Dan sebisa mungkin mimpi itu harus di kejar. Mimpi itu jangan selamanya cuman jadi mimpi aja. Tapi jujur aja, baru kali ini aku merasakan yang namanya resah dengan mimpiku, aku bingung, jujur bingung banget. Aku punya mimpiku sejak masa kecil, tapi aku juga punya mimpiku, yang sudah aku tanamkan dalam hatiku sejak dulu, yang selalu aku elu-elukan saat aku selesai sholat.

Sejak kecil, aku bermimpi jadii arsitek, aku udah seringkali bilang kan? Buat aku arstitek itu sangat spesial. Bikin denah rumah, ajaib, apalagi kalau aku bisa bikin rumah yang keren, kreatif, dan artistik banget, i think that's gonna be greatest moment. Yang kedua, aku punya mimpi, aku harus bisa banggain orang tuaku, dan kini mungkin mereka akan bangga kalau aku bisa menjadi seorang dokter. Miris.

Aku nggak tau, I'm better on which field. Kadang kalau ditanya apa potensiku? Aku suka bingung, luar biasa bingung. Aku nggak tau aku ini bagus sekali di bidang apa. Semuanya terasa sama rata sampai sekarang yang aku jalani. Tapi aku suka menggambar, tapi aku juga bukan penghasil gambar-gambar yang sangat masterpiece. Kedua, aku suka biologi, seru belajar tentang kehidupan, tentang manusia, tentang apa yang terjadi dalam tubuh kita, tapi aku  juga bukan yang sangat bagus dalam biologi. Aku masih pernah remidi, dan aku juga takut darah. Darah. Errr, terdengar horor. Aku orangnya nggak tegaan banget. Liat ada orang habis kecelakaan  gitu, gak tatak liatnya. Pegang nggak mungkin berani. Tapi aku suka, kalau nantinya aku bisa menolong orang yang butuh pertolongan.

Kembali, ke mimpi. Kita punya mimpi kan? Dan secara nggak sadar, mimpi itu lah yang sebenernya menjadi alasan kenapa kita melakukan hal-hal yang selama ini kita lakukan. Ibaratnya, mimpi itu oli, dan tubuh kita ini motornya, dan otak kita ini mesinnya. Nggak semua mimpi yang kita punya bakal jalan sesuai dengan yang kita angankan. Tapi, setidaknya kita harus mencoba membuat mimpi itu jadi nyata. Kata orang, takdir kita itu udah digarisin, dan cuman Allah yang tahu. Tapi kenyataannya, kita bisa kok ngerubah apa yang udah digarisin ke kita, mungkin dalam beberapa aspek enggak, tapi aku yakin, ada yang bisa kita rubah.

Kadang, aku sering gitu berandai-andai. Seandainya aku tau apa yang bakal terjadi sama aku kedepannya. Jadi apa aku nanti, apakah sukses menjadi seseorang? Could I finally make my parent proud? Tapi ternyata, andai-andainnya yang kayak gitu, terlalu konyol untuk benar-benar bisa menjadi nyata. Bayangin aja kalau misalnya kamu, akhirnya bisa liat How's you on your future? Mungkinkah kamu melakukan kewajiban-kewajibanmu yang kamu punya sekarang? Mungkinkah kamu masih beribadah kepada-Nya? Masihkan kamu menyebut nama-Nya? Kemungkinan, 50%. Belum lagi, kalau kamu melihat rona kesuksesan di masa depanmu. Aku yakin, nggak mungkin kalian bakal capek-capek ngerjain ini itu kayak sekarang. Life needs an effort, guys.

Ya, hidup itu emang gak gampang, apalagi di era yang seperti sekarang, tapi segakgampang-gampangnya kita hidup, kata orang ya, Allah itu gak bakal ngasih cobaan diluar kemampuan kaum-Nya. Tapi pertanyaannya satu, sudahkah kamu menjadi kaum-Nya yang sesungguhnya? Katanya sesuatu itu, terjadi karena sebuah alasan, dan sudah aku buktikan, pasti ada alasannya. Dan kalian sadar atau nggak, kadang kita emang gak dapet apa yang kita inginin tapi ternyata apa yang kita dapet itu sebenernya lebih baik daripada apa yang kita pinginin. Dan sebenernya alasan dari apa aja yang terjadi sama kita itu, kuncinya ini:

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan; sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS Alam-Nasyrah, 94: 5-6)

Kadang, kalo aku bikin gini ini, aku pengennya itu, bisa bikin semangat buat diri aku sendiri, kasih semangat ke kalian, ngingetin diri sendiri lagi, ngingetin kalian lagi, kalo toh misalnya, mimpi itu penting, kalian semua, aku yakin pasti punya mimpi, kan? Bermimpilah yang setinggi-tingginya. Bayangin aja kalo nantinya, kalian bisa kaya yang di Laskar Pelangi gitu, Allahuakbar banget kan. Dreams free. Kalau dimisalin mimpi kalian itu kalian gantungin di langit, kalian bertanya-tanya kan gimana ambilnya? Tangga, kalian harus bikin tangga. Dari apa tangganya? Dari doa dan usaha, serta hati. Inget, Allah itu punya hati kalian, se-apapun yang kamu bicarakan secara lisan, hatimulah yang paling jujur. Dan Allah itu tahu isi hati kita. Sebenernya Allah itu punya banyak hidayah, tapi kita gak tau kan, hidayahnya itu lho dikasih gak ke kita? Berdoa aja semoga iya. Setinggi apapun mimpi kalian, jangan pernah bilang itu mustahil, jangan jadikan itu sebuah harapan, jangan hanya jadi pengharap. Karena, Allah itu Maha Esa. Nggak ada yang mustahil buat Dia. Yak Allah, please give us the best. Lapangkanlah jalan kami menuju mimpi-mimpi kami. Bantu kami untuk menjadikannya nyata. Bantu kami membahagiakan kedua orang tua kami yang sudah mencurahkan energi waktu dan kasih sayangnya selama ini. Jangan biarkan mereka kecewa karena kami, lindungi hati mereka. Lapangkanlah jalan kami, mudahkan yang berat, mungkinkan yang tidak mungkin. Ingatkan kami, ketika semangat kami mulai memudar. Berdirikan kami ketika kami merasakan jatuh terbebani kegagalan. Izinkanlah kami menjadi apa yang kita pinginkan ya Allah, Amin. I'm swear I won't stop dreaming, I won't stop fighting :)

2 comments: