Snape gays, yang terkenal sadis nan keji, yang suka banget jahat ke Harry, yang sering mukulin Ron pake buku, yang suka mbelain Malfoy, yang rambutnya ngebob itu lho, yang bajunya warna item, gapernah ganti, gapunya baju lain apa ya? Ya yang itu lho pokoknya, bayangkanlah. Ternyata ya, yang seperti itu, ternyata, hatinya bagaikan hello kitty. Lembut bak sutera. Umph. Dengan kemahirannya ber-legilimancy, bahkan Voldemort yang namanya saja nggak berani disebut-sebut sama orang-orang dunia sihir sana pun, gabisa menembus fikirannya, ternyata, menyimpan banyak rahasia penting yang.. dalem.. dalem.. dalem.. jeru.. jeru.. deep.. and so...deep. Yang tak lain dan tak bukan, yaitu tentang perasaannya ke Lily Potter. Ya just for Lily Potter. Dia rela ngelakuin apa aja, demi keselematan Lily. Nyampek-nyampek, He gave himself to Dumbledore, padahal waktu itu dia juga seorang Death Eaters. Yak Allah... Apalagi pas waktu Snape nangis ngeliat Lily meninggal... Hhhzzz kurang Hello kitty yaopo pek iku.
Dan guys, di sekuel terakhir Harry ini, semua kedok Snape berhasil dibuka! Yes! Ternyaaataa, selama ini dia adalah seorang domba berbulu serigala! Gak habis pikir. Ternyata yang selama ini njagain Harry itu ya Snape itu. Ternyata yang nylematin Harry di danau itu, Snape ya? Kenapa se, Dumbledore gak mau ngasih tau Harry daridulu? Kan kasihan se Snape? Huk huk.
"Anaknya selamat," kata Dumbledore.
"Anaknya hidup. Dia memiliki mata ibunya, persis mata ibunya. Kau ingat bentuk dan warna mata Lily Evans? Aku yakin?"
"JANGAN!" teriak Snape. "Pergi..Mati.."
"Apakah ini penyesalan yang dalam, Severus?"
"Kenapa bukan...aku saja yang mati..."
"Kalau kau mencintai Lily Evans, kalau kau betul-betul mencintainya, maka jalanmu kedepan, jelas"
"Apa-apa maksudmu?"
"Kau tahu bagaimana dan kenapa dia mati. pastikan kematiannya tidak sia-sia. Bantu aku melindungi anak Lily."
"Dia tidak perlu perlindungan. Pangeran Kegelapan sudah pergi-"
"Jadi..anak itu.. anak itu harus mati?"
"Kupikir selama bertahun-tahun ini, kita melindunginya untuknya. Untuk Lily."
"Anaknya selamat," kata Dumbledore.
"Anaknya hidup. Dia memiliki mata ibunya, persis mata ibunya. Kau ingat bentuk dan warna mata Lily Evans? Aku yakin?"
"JANGAN!" teriak Snape. "Pergi..Mati.."
"Apakah ini penyesalan yang dalam, Severus?"
"Kenapa bukan...aku saja yang mati..."
"Kalau kau mencintai Lily Evans, kalau kau betul-betul mencintainya, maka jalanmu kedepan, jelas"
"Apa-apa maksudmu?"
"Kau tahu bagaimana dan kenapa dia mati. pastikan kematiannya tidak sia-sia. Bantu aku melindungi anak Lily."
"Dia tidak perlu perlindungan. Pangeran Kegelapan sudah pergi-"
"Jadi..anak itu.. anak itu harus mati?"
"Kupikir selama bertahun-tahun ini, kita melindunginya untuknya. Untuk Lily."
So, I could say. It's all about a promise. If Harry knew that Snape secured him, maybe Voldemort could easily killed him since the first time. Good job, Snape. Your faith, your pure love to Lilly made you this strong. Sangat disayangkan sekali, kenapa Lilly milih James? Padahal kecilnya Snape ganteng banget lhoh guys :))

No comments:
Post a Comment