Ya, Monday, alias Senin. Kalo kata orang sih, monday itu ibaratnya monster-day gitu. Kata merka sih, gini, kan udah enak-enak libur ya pas Sabtu sama Minggu, tapi harus berenti karena hari Senin tiba. Hmm, aku pribadi sih, menanggapi senin biasa-biasa aja. Singkatnya, suka banget ya enggak, benci banget ya enggak, let it flow aja lah mau hari ini hari apa, yang penting stay positive entar yang lainnya juga bakal ngikut kok. Itu prinsipiku. Tapi Senin hari ini sangat beda, haa, menyebalkan sekali rasanya, balaknya keterlaluan, hahaha.
So, here is the story.
Awalnya Senin ku terasa baik-baik saja, walaupun badan terasa masih pegal-pegal karena efek dari LDKS 2 (The story will added soon) dan kekuragan tidur selama 3 hari, terabaikan karena finally aku bisa bertemu teman-teman. Ha, pagi itu rasanya exciting sekali lah pokoknya. Awalnya, katanya sih kan ada upacara ya, tapi ternyata setelah berdiri dan menunggu untuk beberapa saat, ternyata nggak ada tanda-tanda bakal upacara, dan akhirnya diumumkan kalo upacaranya ndak jadi, dan kita diperkenankan kembali ke kelas yuhu, lagipula masih ada beberapa waktu tersisa sebelum akhirnya menjadi 45menit pelajaran pertama, yey.
Yah, disaat itulah, kegalauan bermula, yang mengakibatkan rasa malas-malasan timbul. Mood perlahan-lahan menjadi gusar entah kenapa. Akhirnya bunyi bel tanda ganti jam pelajaran berbunyi. Saatnya untuk pelajaran. Hari itu pelajaran diawali dengan pelajaran matematika. Ketika jam pelajaran akan berakhir sang guru menanyakan tentang buku jurnal, kebetulan sekali hari itu aku sedang duduk di depan dan sudah merasa bosan dan ingin berjalan-jalan keluar sebentar, walaupun pelajarannya sangat asyik pagi itu. Akhirnya aku menawarkan diri untuk mengambil buku jurnal tersebut. Dan guruku pagi itu berkata iya. Langsunglah aku melesat keruang guru, dan saat inilah kebalakan mulai terjadi.
Sesampainya di ruang guru aku langsung bertanya ke guru terdekat, dimana letak buku jurnalnya. Dan kebetulan sekali disitu ada pak Agung dan buku-buku jurnal tersebut tertumpuk rapi disebelahnya.
Pak Agung : "Ya Nak waalaikumsalam, mau cari apa?"
Aku : "Buku jurnal Pak."
Pak agung : "Oo buku jurnal, ini kan, kelas apa nak?"
Aku : "XI IPA 3, pak."
Pak Agung : *ngubek-ngubek buku* XI IPA 3 ya. *ngasihin buku jurnalnya*
Aku : "Iya, Oke makasih Pak"
Dengan begonya, aku ga ngecek apakah itu bener-bener jurnalnya kelasku apa bukan, aku cuman ngeluat oo IPA 3 tapi aku gak ngamatin depannya itu bener-bener "XI" atau bukan. Zzzz
Sesampainya di kelas, karena kebetulan aku juga menjabat sebagai sekretaris II, ya aku isi kan bukunya, setelah tak bolak-balik, lho kok aneh, kayaknya jadwal hari sebelumnya gak gini, tapi tetep aja begoku ndak ketolongan, aku ga berniat ngecheck covernya. Udah aku tulisin, aku kasih kan ke gurunya pas itu, Pak Sundawan.
Pak Sundawan : "Lho ini kok?"
Aku : "Lho kenapa Pak?"
Pak Sundawan : "Kok nggak ada hari Jumatnya?" *mbolak-mbalik halaman*
Aku : "Lhaya pak makanya nggak tau"
Pak Sundawan : "Lho ya apa sih? Ini kok jurnalnya 12 ipa 3? Sapa yang ngambil?"
Aku : *polos* "Saya Pak, lho iyata?" *isin*
Pak Sundawan : "Iya ini hayo gimana sih"
Bbbbbzzz, akhir-akhirnya temen-temen di sekililingku pagi itu mulai ricuh, hahaha, lakyo isin se.
Adel : "Yaudah cil, habis ini bawaen ke P3 nanti mereka ketuker juga"
Aku : "Ha? iyata kesana? Ndak ke ruang guru lagi?"
Adel : "Ndak, kesana aja, barangkali mereka juga salah ambil -_-"
Faris : "Ayo Riz nanti tak temenin"
Aku : "Oke,"
Akhirnya belnya bunyi, langsunglah saya melesat ke P3 bersama Faris, ribut-ribut di depan ruang kelasnya. "Ris faris kamu ae ya yang masuk?" "Lho kamu aja, aku yang ngetuk" "Lhoooo kok gitu temenin...." "Lho iya nanti masuknya bareng-bereng" Haaaaa. Akhirnya tak ketuk, harap-harap cemas, moro-moro pelajarannya lagi serius gitu, moro-moro aku harus ngetuk beberapa kali baru direken, *ngetuk pintu*, "Ngikkk...."
Pintunya kebuka, aku inceng-inceng, haaa Alhamdulillah, gurunya lagi sibuk dikelilingin mas-mas gitu. "Gaz iku lho" kata seorang kakak kelas, terus ada mas-mas yang ndatengin kita. "Kenapa dek?" Terus ya tak jelasin... "Anu mas... ini tadi aku salah ambil buku jurnalnya P3 hehehe... Tadi gurunya itu udah mbawa buku jurnal belum? Moro-moro ketuker juga." Terus jurnalnya tak kasihin ke mas itu, terus diambil masnya, terus masnya jalan ke meja guru, terus mbalik lagi, "Nggak ada dek, gurunya nggak mbawa tadi" Hening.............
"O yaudah mas, makasih ya."
Berarti tandanya... harus ngecheck lagi ke ruang guru, karena merasa bersalah dan nggak enak, si faris aku suruh mbalik aja ke kelas, toh saya gak papa kalo jalan-jalan sendiri aiiiih. Hmm dengan sedikit lari-lari kecil maksutnya, biar cepet nyampek gitu, akhirnya tibalah saya di ruang guru, dan ternyata, di tempat yang tadi ada tumpukan jurnalnya, sekarang uda nggak ada sama sekali, jadi.... tandanya.... Entah dimana keberadaan si jurnal IA3 ini, huft banget yah... ;_;
Yaudah akhirnya aku ,balik lagi ke kelas dengan tangan hampa :))
Fiuh, akhirnya ada jam kosong lagi lho, pas itu lagi jamnya fisika, dan entah kenapa fisika di hari senin memang selalu kosong, mungkin karena bapaknya anu atau apa, time to having fun :))
Di tengah-tengah kebahagiaanku dan teman-teman sekelas yang lain, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, hm, lalu salah satu dari kami membuka pintunya, dan ternyata ini temen kita dari kelas lain, dan mereka sedang mengantarkan.......buku jurnal IA3. Yahhh life's too complicated yah emang, akhirnya ketemu! Wakaoka
Sekarang, kebalakan kedua, dan rasanya ini adalah yang paling "Keter..la...lu..an"
Gimana enggak. Jadi gini ceritanya, ini sewaktu jamnya pelajaran TIK, dan kebetulan sekali, sekrang pake labkom yang diatas. Dan lebih kebetulan lagi, aku nggak dateng telat, terus aku duduk berdekatan sama anak-anak yang absennya di sekitarku. Eh tiba-tiba udah enak-enak duduk, ada salah satu temanku yang mengusir aku sama temen-temen disebelahku, katanya lhooo ini tempatku, padahal dia datengnya belakangan. Yaudalah, inallaha ma assoborin, kami mengalah, dan bergeser, dan kebalakan pun dimulai. Tiba-tiba koputer yang udah menyala di depanku, mouse dan keyboarnya enggan untuk bekerja, dengan segenap kesabaran yang tersisa aku berkeliling ke meja-meja yang masih koson untuk mencari komputer yang masih aktif dan mulai mengerjakan tugas. Dengan segenap keoptimisan yang tersisa akhirnya tugasku terselesaikan tapi ternyata guruku waktu itu memberikan tes tambahan yang mana harus dikerjakan di papan. 1, 2 temanku mulai maju demi mencari nilai... aku yang mulai gusar takut kalau semisalnya nggak maju nanti nilaiku bakal kurang dan lain sebagainya, akhirnya memberanikan diri untuk maju.
"Pak kalo maju tapi nanti salah gak papa ta?" 'Ya gak papa, yang penting nanti maju dulu, nanti saya akan beri apresiasi yang berbeda" Oke, karena dibilangi seperti itu akhirnya aku bilang kalo aku siap untuk diberi soal. Dan soal diberikan, haaa ya Allah, iku soal apa, ya apa caranya, yang gimana. Hfffftttt dengan minta bantuan, sisa-sisa ilmu yang kudapat, dan segenap rasa kegelisahan, aku mulai mengerjakan. Hapus... Tulis lagi... Hapus.... Tulis lagi.... Hapus... Tulis lagi.... "Del ini yak opo?" Gusar, moja maju ke meja temen, berharap dapet pencerahan. Ya berungkali aku seperti itu, merepotkan teman-temanku, apalagi Adel, bolak-balik tanya, eh mbok ya dijelasin kek, mbok ya kalo aku tanya, kasih tau bener ta nggak, yaAllah gak direken blas, udah bilang he aku nyerah lo yo gak disuruh duduk.
Tak kasih tau ya, aku lho mondar-mandir di depan papan itu 45 menit dewe pek hampiran, sampek akhirnya bel, gak ada penghargaannya sama sekali he. Ya bukan maksutku untuk dihargai, tapi lho... lakya luka se, lakya capek se, lakya kecewa se. Gak puahaaaaaam kok, tambah sibuk ym-an,kalian ero? Tak kasih tau iki lho. Tambah sibuk BUZZ!!! - BUZZ!!! an pek orangnya, yaAllah miris..................
Langsung, gak inget, aku tadi mbawa apa aja, salim langsung keluar labkom, yaAllah ngguondok aku. Temen-temenku yang gak salah apa-apa, yang khawatir aku ini kenapa, tambah tak sewotin, Maafkanlah yaAllah...
Udah, istirahat itu suewot pol jadinya, kudu nangis, dan akhirnya nangis juga, gimana enggak, muangkel pek hati ini rasanya, hahuhahuhahu. Beruntunglah, ada teman-teman dan pak bos yang menghibur di kopsis. Jadi merasa sedikit enteng. Tapi semua itu tidak berarti apa-apa, ketika jam Pkn tiba...
Saat itu aku menyadari kalo ternyata.... Tepakku telah ketinggalan di labkom. Haaa aku yang sedang merasa sensi dengan "komputer" langsung merasa penat seketika, dengan meminta izin dari Bu Lena waktu itu, aku langsung naik, mengecek ke lab atas, barangkali masih buka, tapi ternyata.... uda di kunci. ;_;
Langsung deh tanya ke ruang guru, sapa yang bawa kuncinya ternyata orangnya juga lagi ndak ada.
Ya sudahlah, terpakasa harus ikhlas, bersabar sampai jamnya pulang nanti, hm. Ternyata benar-benar gusar rasanya tanpa ada kehadiran tepak disisiku... huft pake dthz. --"
Sekarang kebalakan selanjutnya, ya, kebalakan ini terjadi di jam pelajaran Seni.
Ya, tebak kenapa? Hm ini ceritanya. Jadi kan ada tugas buat bikin bangun-bangun gitu tapi ada teknisnya sendiri gitu kan, lah terus, waktu itu punyaku udah jadi setengan, tinggal ditebelin pake spidol gitu. Kalian masih inget kan, kalo tepakku tadi ketinggalan? Jadi gualau banget jam Seni tanpa tepak. Nggak ada penghapus, nggak ada pensil. Tapi untung, pas istirahat tadi aku sempet beli spidol, jadi singkat kata aku cuman punya 3 spidol, penggaris, sama jangka waktu itu. Harusnya uda gak masalah kalo aku cuman punya itu, tapi........ Unexpected thing was happen. Ya! Nahasnya. Sewaktu aku menebalin garis-garis horror itu... Punya saya kecoret. Huaaaaaaa, jadi dengan berat hati, aku harus nggambar ulang, dan kalo diitung sama nebel-nebelinnya, rasanya waktunya terlalu mepet. Tapi aku ga mau nyerah.
Akhirnya aku mulai menggambar. Tapi ditengah-tengah proses itu, banyak hal-hal yang menyebalkan terjadi. Yang spidolku satu persatu dipinjem terus hilang... Yang aku gapunya pensil gapunya penghapus, yang aku lupa ini urutan caranya gimana tapi pas ditanyain yang lainnya juga pada lupa, yang aku nggak sengaja kecoret lagi, yang kertasnya entah kenapa jadi kotor, huhuhu, balak banget. Akhirnya gambar emang selesai tepat waktu, taopi bener-bener ga rapi. Kertasnya rada kotor gitu, yaudalah yang penting ngumpulin dulu. Huf.
Ya itulah akhir dari kebalakanku, sepulangnya sekolah, aku langsung pergi bertanya ke ruang guru, dan katanya emang iya tepak dan buku TIKku ketinggalan dan besok pagi-pagi sebelum pelajaran sudah bisa ku ambil. Ah lega :) Terus sepulang sekolah itu juga, aku ditemani Dinar pergi membeli jajan di depan sekolah. Lalu kami bermain penyurut nya es di penjual es mahal, hahaha, dengan sedikit menggendeng dan menggalau, perlahan-lahan moodku sudah mulai membaik. Lalu, Dinar harus pulang, dan aku dengan koleng masuk ke sekolah lagi, dan beruntungnya aku bertemu Dhati dan Hafidz lalu aku berbincang-bincang dan bergurau dengan mereka, dan perjalanan kebalakan hari itu diakhiri dengan.............ya......... bertemu dengan anu lah :3 Fufufufu, Alhamdulillah sekali, ya Sesungguhnya Allah memang bersama orang-orang yang sabar, terima kasih yaAllah, setidaknya aku masih bisa bersua dengan mereka orang-orang yang aku sayangi, walaupun harus balak :)
Yah, disaat itulah, kegalauan bermula, yang mengakibatkan rasa malas-malasan timbul. Mood perlahan-lahan menjadi gusar entah kenapa. Akhirnya bunyi bel tanda ganti jam pelajaran berbunyi. Saatnya untuk pelajaran. Hari itu pelajaran diawali dengan pelajaran matematika. Ketika jam pelajaran akan berakhir sang guru menanyakan tentang buku jurnal, kebetulan sekali hari itu aku sedang duduk di depan dan sudah merasa bosan dan ingin berjalan-jalan keluar sebentar, walaupun pelajarannya sangat asyik pagi itu. Akhirnya aku menawarkan diri untuk mengambil buku jurnal tersebut. Dan guruku pagi itu berkata iya. Langsunglah aku melesat keruang guru, dan saat inilah kebalakan mulai terjadi.
Sesampainya di ruang guru aku langsung bertanya ke guru terdekat, dimana letak buku jurnalnya. Dan kebetulan sekali disitu ada pak Agung dan buku-buku jurnal tersebut tertumpuk rapi disebelahnya.
Pak Agung : "Ya Nak waalaikumsalam, mau cari apa?"
Aku : "Buku jurnal Pak."
Pak agung : "Oo buku jurnal, ini kan, kelas apa nak?"
Aku : "XI IPA 3, pak."
Pak Agung : *ngubek-ngubek buku* XI IPA 3 ya. *ngasihin buku jurnalnya*
Aku : "Iya, Oke makasih Pak"
Dengan begonya, aku ga ngecek apakah itu bener-bener jurnalnya kelasku apa bukan, aku cuman ngeluat oo IPA 3 tapi aku gak ngamatin depannya itu bener-bener "XI" atau bukan. Zzzz
Sesampainya di kelas, karena kebetulan aku juga menjabat sebagai sekretaris II, ya aku isi kan bukunya, setelah tak bolak-balik, lho kok aneh, kayaknya jadwal hari sebelumnya gak gini, tapi tetep aja begoku ndak ketolongan, aku ga berniat ngecheck covernya. Udah aku tulisin, aku kasih kan ke gurunya pas itu, Pak Sundawan.
Pak Sundawan : "Lho ini kok?"
Aku : "Lho kenapa Pak?"
Pak Sundawan : "Kok nggak ada hari Jumatnya?" *mbolak-mbalik halaman*
Aku : "Lhaya pak makanya nggak tau"
Pak Sundawan : "Lho ya apa sih? Ini kok jurnalnya 12 ipa 3? Sapa yang ngambil?"
Aku : *polos* "Saya Pak, lho iyata?" *isin*
Pak Sundawan : "Iya ini hayo gimana sih"
Bbbbbzzz, akhir-akhirnya temen-temen di sekililingku pagi itu mulai ricuh, hahaha, lakyo isin se.
Adel : "Yaudah cil, habis ini bawaen ke P3 nanti mereka ketuker juga"
Aku : "Ha? iyata kesana? Ndak ke ruang guru lagi?"
Adel : "Ndak, kesana aja, barangkali mereka juga salah ambil -_-"
Faris : "Ayo Riz nanti tak temenin"
Aku : "Oke,"
Akhirnya belnya bunyi, langsunglah saya melesat ke P3 bersama Faris, ribut-ribut di depan ruang kelasnya. "Ris faris kamu ae ya yang masuk?" "Lho kamu aja, aku yang ngetuk" "Lhoooo kok gitu temenin...." "Lho iya nanti masuknya bareng-bereng" Haaaaa. Akhirnya tak ketuk, harap-harap cemas, moro-moro pelajarannya lagi serius gitu, moro-moro aku harus ngetuk beberapa kali baru direken, *ngetuk pintu*, "Ngikkk...."
Pintunya kebuka, aku inceng-inceng, haaa Alhamdulillah, gurunya lagi sibuk dikelilingin mas-mas gitu. "Gaz iku lho" kata seorang kakak kelas, terus ada mas-mas yang ndatengin kita. "Kenapa dek?" Terus ya tak jelasin... "Anu mas... ini tadi aku salah ambil buku jurnalnya P3 hehehe... Tadi gurunya itu udah mbawa buku jurnal belum? Moro-moro ketuker juga." Terus jurnalnya tak kasihin ke mas itu, terus diambil masnya, terus masnya jalan ke meja guru, terus mbalik lagi, "Nggak ada dek, gurunya nggak mbawa tadi" Hening.............
"O yaudah mas, makasih ya."
Berarti tandanya... harus ngecheck lagi ke ruang guru, karena merasa bersalah dan nggak enak, si faris aku suruh mbalik aja ke kelas, toh saya gak papa kalo jalan-jalan sendiri aiiiih. Hmm dengan sedikit lari-lari kecil maksutnya, biar cepet nyampek gitu, akhirnya tibalah saya di ruang guru, dan ternyata, di tempat yang tadi ada tumpukan jurnalnya, sekarang uda nggak ada sama sekali, jadi.... tandanya.... Entah dimana keberadaan si jurnal IA3 ini, huft banget yah... ;_;
Yaudah akhirnya aku ,balik lagi ke kelas dengan tangan hampa :))
Fiuh, akhirnya ada jam kosong lagi lho, pas itu lagi jamnya fisika, dan entah kenapa fisika di hari senin memang selalu kosong, mungkin karena bapaknya anu atau apa, time to having fun :))
Di tengah-tengah kebahagiaanku dan teman-teman sekelas yang lain, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, hm, lalu salah satu dari kami membuka pintunya, dan ternyata ini temen kita dari kelas lain, dan mereka sedang mengantarkan.......buku jurnal IA3. Yahhh life's too complicated yah emang, akhirnya ketemu! Wakaoka
Sekarang, kebalakan kedua, dan rasanya ini adalah yang paling "Keter..la...lu..an"
Gimana enggak. Jadi gini ceritanya, ini sewaktu jamnya pelajaran TIK, dan kebetulan sekali, sekrang pake labkom yang diatas. Dan lebih kebetulan lagi, aku nggak dateng telat, terus aku duduk berdekatan sama anak-anak yang absennya di sekitarku. Eh tiba-tiba udah enak-enak duduk, ada salah satu temanku yang mengusir aku sama temen-temen disebelahku, katanya lhooo ini tempatku, padahal dia datengnya belakangan. Yaudalah, inallaha ma assoborin, kami mengalah, dan bergeser, dan kebalakan pun dimulai. Tiba-tiba koputer yang udah menyala di depanku, mouse dan keyboarnya enggan untuk bekerja, dengan segenap kesabaran yang tersisa aku berkeliling ke meja-meja yang masih koson untuk mencari komputer yang masih aktif dan mulai mengerjakan tugas. Dengan segenap keoptimisan yang tersisa akhirnya tugasku terselesaikan tapi ternyata guruku waktu itu memberikan tes tambahan yang mana harus dikerjakan di papan. 1, 2 temanku mulai maju demi mencari nilai... aku yang mulai gusar takut kalau semisalnya nggak maju nanti nilaiku bakal kurang dan lain sebagainya, akhirnya memberanikan diri untuk maju.
"Pak kalo maju tapi nanti salah gak papa ta?" 'Ya gak papa, yang penting nanti maju dulu, nanti saya akan beri apresiasi yang berbeda" Oke, karena dibilangi seperti itu akhirnya aku bilang kalo aku siap untuk diberi soal. Dan soal diberikan, haaa ya Allah, iku soal apa, ya apa caranya, yang gimana. Hfffftttt dengan minta bantuan, sisa-sisa ilmu yang kudapat, dan segenap rasa kegelisahan, aku mulai mengerjakan. Hapus... Tulis lagi... Hapus.... Tulis lagi.... Hapus... Tulis lagi.... "Del ini yak opo?" Gusar, moja maju ke meja temen, berharap dapet pencerahan. Ya berungkali aku seperti itu, merepotkan teman-temanku, apalagi Adel, bolak-balik tanya, eh mbok ya dijelasin kek, mbok ya kalo aku tanya, kasih tau bener ta nggak, yaAllah gak direken blas, udah bilang he aku nyerah lo yo gak disuruh duduk.
Tak kasih tau ya, aku lho mondar-mandir di depan papan itu 45 menit dewe pek hampiran, sampek akhirnya bel, gak ada penghargaannya sama sekali he. Ya bukan maksutku untuk dihargai, tapi lho... lakya luka se, lakya capek se, lakya kecewa se. Gak puahaaaaaam kok, tambah sibuk ym-an,kalian ero? Tak kasih tau iki lho. Tambah sibuk BUZZ!!! - BUZZ!!! an pek orangnya, yaAllah miris..................
Langsung, gak inget, aku tadi mbawa apa aja, salim langsung keluar labkom, yaAllah ngguondok aku. Temen-temenku yang gak salah apa-apa, yang khawatir aku ini kenapa, tambah tak sewotin, Maafkanlah yaAllah...
Udah, istirahat itu suewot pol jadinya, kudu nangis, dan akhirnya nangis juga, gimana enggak, muangkel pek hati ini rasanya, hahuhahuhahu. Beruntunglah, ada teman-teman dan pak bos yang menghibur di kopsis. Jadi merasa sedikit enteng. Tapi semua itu tidak berarti apa-apa, ketika jam Pkn tiba...
Saat itu aku menyadari kalo ternyata.... Tepakku telah ketinggalan di labkom. Haaa aku yang sedang merasa sensi dengan "komputer" langsung merasa penat seketika, dengan meminta izin dari Bu Lena waktu itu, aku langsung naik, mengecek ke lab atas, barangkali masih buka, tapi ternyata.... uda di kunci. ;_;
Langsung deh tanya ke ruang guru, sapa yang bawa kuncinya ternyata orangnya juga lagi ndak ada.
Ya sudahlah, terpakasa harus ikhlas, bersabar sampai jamnya pulang nanti, hm. Ternyata benar-benar gusar rasanya tanpa ada kehadiran tepak disisiku... huft pake dthz. --"
Sekarang kebalakan selanjutnya, ya, kebalakan ini terjadi di jam pelajaran Seni.
Ya, tebak kenapa? Hm ini ceritanya. Jadi kan ada tugas buat bikin bangun-bangun gitu tapi ada teknisnya sendiri gitu kan, lah terus, waktu itu punyaku udah jadi setengan, tinggal ditebelin pake spidol gitu. Kalian masih inget kan, kalo tepakku tadi ketinggalan? Jadi gualau banget jam Seni tanpa tepak. Nggak ada penghapus, nggak ada pensil. Tapi untung, pas istirahat tadi aku sempet beli spidol, jadi singkat kata aku cuman punya 3 spidol, penggaris, sama jangka waktu itu. Harusnya uda gak masalah kalo aku cuman punya itu, tapi........ Unexpected thing was happen. Ya! Nahasnya. Sewaktu aku menebalin garis-garis horror itu... Punya saya kecoret. Huaaaaaaa, jadi dengan berat hati, aku harus nggambar ulang, dan kalo diitung sama nebel-nebelinnya, rasanya waktunya terlalu mepet. Tapi aku ga mau nyerah.
Akhirnya aku mulai menggambar. Tapi ditengah-tengah proses itu, banyak hal-hal yang menyebalkan terjadi. Yang spidolku satu persatu dipinjem terus hilang... Yang aku gapunya pensil gapunya penghapus, yang aku lupa ini urutan caranya gimana tapi pas ditanyain yang lainnya juga pada lupa, yang aku nggak sengaja kecoret lagi, yang kertasnya entah kenapa jadi kotor, huhuhu, balak banget. Akhirnya gambar emang selesai tepat waktu, taopi bener-bener ga rapi. Kertasnya rada kotor gitu, yaudalah yang penting ngumpulin dulu. Huf.
Ya itulah akhir dari kebalakanku, sepulangnya sekolah, aku langsung pergi bertanya ke ruang guru, dan katanya emang iya tepak dan buku TIKku ketinggalan dan besok pagi-pagi sebelum pelajaran sudah bisa ku ambil. Ah lega :) Terus sepulang sekolah itu juga, aku ditemani Dinar pergi membeli jajan di depan sekolah. Lalu kami bermain penyurut nya es di penjual es mahal, hahaha, dengan sedikit menggendeng dan menggalau, perlahan-lahan moodku sudah mulai membaik. Lalu, Dinar harus pulang, dan aku dengan koleng masuk ke sekolah lagi, dan beruntungnya aku bertemu Dhati dan Hafidz lalu aku berbincang-bincang dan bergurau dengan mereka, dan perjalanan kebalakan hari itu diakhiri dengan.............ya......... bertemu dengan anu lah :3 Fufufufu, Alhamdulillah sekali, ya Sesungguhnya Allah memang bersama orang-orang yang sabar, terima kasih yaAllah, setidaknya aku masih bisa bersua dengan mereka orang-orang yang aku sayangi, walaupun harus balak :)
No comments:
Post a Comment