Tuesday, October 25, 2011

8:16



Ketika kamu merasa,
sekalinya kau bicara tetapi tak ada yang mendengar,
Ingatlah, kalau ada Allah Yang Maha Mendengar

Sekalinya kamu berani untuk melakukan sesuatu
karena merasa tidak ada yang melihat,
Ingatlah, kalau Allah selalu bisa melihat apa yang tidak terlihat,
mendengar apa yang tidak terucap, mengerti apa yang tidak di lakukan

Karena jauh sebelum- kamu hendak melakukan hal-hal itu
Allah lah yang membuatmu.

Nafasmu, langkahmu, tubuhmu, semuanya itu milik-Nya.
Semua itu kemurahan dari-Nya.
Maka, ketika kamu masih diberi waktu untuk berbuat baik,
Namun, susah untuk bertindak,
Ingatlah, kemurahan apa yang sudah kamu terima hari ini.

Ingin rasanya bisa menjadi salah satu yang selalu menjalankan Sunnah-Nya..
Tapi kenapa, kepentingan duniawi, terlalu bergemerlap
Disaat bermuram, sedih, dan merasa sendiri bukan malah
lantunan ayat-ayat Nya yang aku dengar...
Kenapa.. ketika aku punya uang berlebih, bukan malah kumasukkan ke kotak usang itu
Tapi kubuat membeli hal-hal yang bisa membuatku terlihat lebih cantik,
membuatku merasa lebih percaya diri, membuatku merasa menjadi "I'm Worth it"
Padahal apa?
Sama. Malah lebih buruk.
Kenapa... Ketika aku merasa terpojokkan,
Takut, Terancam, atas kesalahan yang sudah tak lakukan
Aku malah mengada-ada sesuatu yang sebenernya tidak ada,
Berharap aku bisa selamat dan terlindung. Bisa bebas dari hukuman.
Padahal apa? Seharusnya aku hanya takut atas siksa dari-Nya nanti,
ketika nyawaku sudah dibawa tebang jauh-jauh dari ragaku.
Dihitung, ditanya, di adili, dimintai pertanggung jawaban atas apa yang selama ini sudah aku lakukan.


Kira-kira berapa ya waktu yang tersisa buatku untuk berbenah diri?
Kenapa aku selalu menggampangkan ini semua?
Kenapa aku selalu bilang 'Ah besok aja wes...'
Emang iya ta, Riz? Kamu masih punya besok?
Kalopun akhirya kamu punya sisa sehari, Yakin ta kamu cukup buat memperbaiki?




Hahaha, terdengar terlalu klise kan? terlalu berlebihan?
Tapi tidakkah kamu merasa... Mungkin ini juga, yang sedang kamu rasakan.. Dan kamu fikirkan...
Atau, yah, setidaknya- pernah terbesit, buat kamu fikirin.

No comments:

Post a Comment